KUALA SELAT- Dari tahun 2023 - 2025, anggaran untuk bidang pemberdayaan masyarakat, terutama untuk subsektor ketahanan pangan, Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman menuai sorotan. Ratusan juta anggaran terkesan tidak tepat sasaran.
"Kita tidak tahu persis seperti apa kegiatan ketahanan pangan yang dilakukan oleh desa pak. Tidak ada keterbukaan dari mereka," jelas sumber media ini JA, Selasa, 9 Juni 2026.
Padahal anggaran pemberdayaan terutama sub bidang pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat tempatan, apalagi disaat seperti tahun lalu dan sekarang ini.
"Kondisi ekonomi masyarakat saat ini lagi terpuruk, meski anggaran untuk sektor itu dimanfaatkan dengan baik. Apakah itu untuk bantuan pertanian dan perkebunan serta atau peternakan. Apa yang dilakukan jelas membuat kita selaku warga kecewa," jelasnya.
Selain itu program lainnya yang menuai sorotan adalah Program Peningkatan Kapasitas Kepala Desa dan Perangkat Desa. Program tersebut dinilai pemborosan karena dilaksanakan berulang-ulang.
"Tentu jadi pertanyaan, apa urgensi kegiatan tersebut. Masa iya selama 3 tahun anggaran, program itu terus dilaksanakan," jelasnya.
Selain itu penyertaan dana untuk BUMDes selama tiga tahun anggaran juga disorot. Sebab selama ini jenis usaha BUMDes dan kontribusi untuk PAD sangat minim. Sehingga sangat wajar kalau warga mempersoalkan anggaran tersebut.
"Tidak jelas pak, coba datang dan cek sendiri aja ke desa. Atau cek saja PADes yang laporannya setiap tahun. Tidak ada ada sama sumbangan BUMDes untuk pemasukan desa," jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Kuala Selat Kecamatan Kateman, Nurjaya SPd, letika dimintai tanggapannya melalui wahatsApp, tidak menjawab, meski pesan yang dikirim masuk ke HP yang bersangkutan. (Tim)