TEMBILAHAN - Informasi mengenai penyaluran pupuk subsidi dan bantuan alat semprot (sprayer) kepada kelompok tani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi perhatian sejumlah pihak. Hal ini mencuat setelah adanya informasi mengenai bantuan pertanian yang disebut-sebut masuk ke wilayah Inhil dan sempat terlihat tersimpan di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Inhil dengan kondisi tertutup terpal plastik beberapa bulan lalu.
Saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut pada 11 Juni 2026, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Inhil, Umar, menjelaskan bahwa tidak ada pengadaan pupuk yang dilakukan oleh Dinas Pertanian pada Desember 2025.
"Di Desember 2025 kami tidak ada pengadaan pupuk. Yang ada hanya bantuan sarana produksi pertanian (saprotan) dari Kementerian Pertanian untuk petani," ujarnya.
Umar juga menjelaskan bahwa pupuk subsidi tidak pernah masuk ke kantor Dinas Pertanian Kabupaten Inhil."Pupuk subsidi masuk ke dinas? Informasi dari mana? Tidak pernah ada pupuk subsidi masuk ke Inhil," tegasnya.
Menurut Umar, mekanisme penyaluran pupuk subsidi dilakukan melalui jalur distribusi yang telah ditetapkan."Karena pupuk subsidi itu dari distributor ke penyalur, baru ke petani. Ketika permintaan petani melalui e-RDKK tidak ada, maka kuota tidak akan didapatkan," jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak mengetahui adanya distribusi pupuk subsidi ke Inhil."Kalau pupuk subsidi, sekali lagi saya sampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada permintaan petani melalui e-RDKK," katanya.
Terkait penerima bantuan, Umar menyebut jumlah kelompok tani yang ada cukup banyak sehingga dirinya tidak dapat merinci satu per satu. Menurutnya, fokus pendataan berada pada kelompok tani sebagai penerima manfaat.
Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa kelompok tani di wilayahnya menerima bantuan pupuk dalam jumlah tertentu."Ada juga yang dapat sekitar ratusan ton, masuk ke kelompok tani," ujarnya.
Kepala desa lainnya juga menyebut adanya bantuan pertanian yang disalurkan kepada kelompok tani, meskipun tidak seluruh kelompok menerima bantuan tersebut."Kalau bantuan semprot memang ada yang dapat dan ada yang tidak. Nanti saya tanyakan lagi ke kelompok tani," katanya.
Menanggapi berbagai keterangan tersebut, LSM Elang Mas Inhil meminta adanya kejelasan data dan informasi terkait penyaluran pupuk subsidi maupun bantuan alat semprot kepada kelompok tani di Kabupaten Indragiri Hilir.
LSM tersebut juga berharap instansi terkait dapat melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap data penerima bantuan guna memastikan program yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap ada kejelasan informasi sehingga tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Jika diperlukan, dilakukan verifikasi terhadap data kelompok tani penerima bantuan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan akurat," ujar Sekretaris LSM Elang Mas Inhil, Muslimin.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat hasil pemeriksaan atau klarifikasi resmi dari instansi terkait mengenai informasi tersebut. Informasi yang disampaikan dalam berita ini merupakan hasil konfirmasi kepada sejumlah pihak dan masih memerlukan pendalaman serta klarifikasi lebih lanjut.
Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkepentingan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Tim)