Pembangunan Revitalisasi SMAN 3 Kemuning

Komite Tidak Dilibatkan, Terindikasi Besi Tidak Sesuai

Komite Tidak Dilibatkan, Terindikasi Besi Tidak Sesuai

LIMAU MANIS - Proyek revitalisasi pembangunan SMAN 03 Kemuning, untuk ruangan BK dan Osis dengan total anggaran Rp 274.392.000 yang berlokasi di Desa Limau Manis yang dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) , terindikasi berbau tak sedap, salah satu penggunaan besi yang tidak sesuai. 

Informasi yang didapat, Besi yang digunakan adalah besi polos 10, untuk gelangnya pun menggunakan besi 10. Tapi prakteknya gelang-gelang menggunakan besi 8. 
Selain itu, bibeberapa bagian sesuai gambar mengunakan besi 12, tapi di lapangan sama sekali tidak terdapat besi 12. 

Sama dengan cerucuk yang digunakan, digambal cerucuk 10 CM, dengan perkiraan panjang 7 M, tapi yang ada di lapangan perancah. Hal itu jelas mempengaruhi kualitas bangunan SMAN tersebut. 

Hasil pantauan di lapangan, Rabu 16 September 2026, terlihat tukang sedang bekerja. Semua pekerja yang melaksanakan pembangunan dari Tembilahan. "Kami semua dari tembilahan bang," jelas salah seorang pekerja. 

Saat ditanyakan terkait pembangunan gedung, terutama untuk lantai bangunan menggunakan cerocok. "Pakai cerocok bang, tapi berapa kedalalaman, tergantung kemampuan masuknya," jelasnya. 

Saat disinggung progres pembangunan gedung perpustaakaan tersebut, tukang menjawab,"saya tidak terlalu paham terkait itu, kami tahunya cuma kerja," tambahnya 

Selain itu, informasi yang didapat, pihak sekolah mulai dari pengusulan anggaran dan proses pembangunan tidak melibatkan komite sekolah. Padahal sesuai regulasi, komite harus terlibat. 

Hal lainnya yang didapat, pengamanan aset sekolah yang tidak terjaga.  Informasi yang didapat Satpam sekolah tidak terbayar, akibatnya satu orang Satpam berhenti dan yang satunya lagi jarang masuk kerja. "Karena gaji tidak terabayar Satpam behrenti, makanya keamanan aset sekolah tidak terjaga," ujar salah seorang warga Limau Manis. 

Selain itu informasi yang beredar, ada dugaan penyelewengan dana Bos oleh Kepsek, dampaknya terjadi pada pembayaran gaji Satpam 

Ketua Komite Sekolah SMAN 3 Kemuning Muslim ketika dihubungi media ini, Jumat, 18 Sepetember 2026, mengakui ia memang tidak dilibatkan. Bahkan saat pembangunan dimulai, dirinya tidak mengaetahui."Tau-tau sudah dibangun saja. Prosesnya mualai dari awal saya tidak dilibatkan sama sekali," jepasnya. 

Lebih jauh diungkapkannya, keberadaan komite sekolah hanya diperlukan saat  ingin meminta iuran atau pungutan kepada peserta didik. "Kalau sudah mau pungut duit kita diajak, di luar itu, sama sekali tidak dilibatkan," tambahnya lagi. 

Sementara itu Kepala PLT Kepala SMAN 3 Kemuning Suprianto MPD, ketika dimintai tanggapan terkait proyek revitalisasi dan tidak dilibatkannya komite dalam proses pengusulan dan pelaksanakan kegiatan melalui whatsApp, Jumat 18 September 2026 mengatakan dia baru menjabat. Ditambah saat di telpon whatsApp lagi melayat ada warga meninggal dunia."Nanti kontak lagi bang," jelasnya. 

Hanya saja, saat kembali di konfirmasi melalui telepon wahatsApp, HP yang bersangkutan sudah tidak aktif dan pesan yang dikirim hanya conteng satu. (Tim)
 

Berita Lainnya

Index