DESA IGAL - Warga Desa Igal Kecamatan Mandah mempertanyakan anggaran pembangunan tahun 2025 yang dinilai tidak tepat sasaran. Pemdes selama ini dinilai hanya membangun di lingkungan desa dan basis pemilih yang mendukung saat Pilkades kemaren.
Ungkapan itu disampaikan oleh salah seorang warga Desa Igal kepada media ini, ahir pekan kemaren. Ia menjelaskan, salah satu ruas jalan yang rusak parah adalah jalan poros belakang Desa Igal menuju Bronto yang tidak tersentuh pembangunan.
"Ruas jalan tersebut tidak tersentuh pembangunan, padahal akses utama yang banyak dilintasi warga," ujarnya kepada media ini.
Lebih jauh ia menyayangkan sikap Kades yang terkesan diskriminatif dalam melaksanakan program pembangunan. Pembangunan hanya berputar di lingkungan dimanan yang bersangkutan menang pada Pilkades kemaren.
Lebih jauh yang bersangkutan mengeluhkan sosialisasi pembangunan yang minim. Padahal peran serta masyarakat dalam pembangunan diatur dalam regulasi yang ada. Prakteknya Pemdes Igal tidak menerapkan itu semua.
"Desa meskinya melakukan sosialisasi dan memasang baleho anggaran desa. Jadi warga tahu dan bisa memantau pembangunan yang dilaksanakan," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Desa Igal, Kecamatan Mandah, Abu Bakar, ketika dimintai tanggapan terkait persoalan ini, terkait APBDes 2025 melalui whatsApp, 11 Pebruari 2026, tidak menjawab, meski pesan yang dikirim masuk ke HP yang bersangkutan. (Suf)