Beredar Video Cekcok Kades Dan Warga Desa Sekara Kemuning

Rabu, 15 April 2026 | 08:35:41 WIB

DESA SEKARA - Dugaan tindakan intimidasi yang melibatkan seorang kepala desa di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), mencuat ke publik. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Desa Sekara berinisial H diduga mendatangi seorang warga dengan sikap marah dan tindakan yang dinilai mengarah pada intimidasi serta perilaku arogan. 

Dalam peristiwa tersebut, yang bersangkutan juga disebut-sebut mengeluarkan ucapan bernada tekanan, termasuk menyebut nama Prabowo  Presiden RI. 

Selain itu, yang bersangkutan diduga melakukan tindakan fisik berupa mendorong warga menggunakan kedua tangan.Namun demikian, seluruh peristiwa tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan kebenarannya secara utuh. 

Secara umum, tindakan seseorang yang datang dengan marah, menekan, hingga diduga melakukan kontak fisik terhadap pihak lain dapat dikategorikan sebagai bentuk kekerasan verbal, intimidasi (bullying), maupun perilaku agresif.
Meski begitu, dalam kasus ini belum dapat dipastikan pihak mana yang benar maupun yang salah, karena informasi yang beredar masih simpang siur. 

Peristiwa tersebut berpotensi menimbulkan rasa takut, tekanan psikologis, hingga ketidaknyamanan bagi pihak yang terlibat. 

Suardi menyampaikan bahwa dirinya bersama rekannya mendatangi kantor desa. Ia menyebut kedatangannya tersebut berujung ketegangan dengan kepala desa terilihat jelas di Audio video. 

Dari informasi yang beredar, Kepala Desa berinisial H diduga emosi karena adanya dugaan upaya dari kelompok Suardi yang ingin mengepung kantor desa. Dalam rekaman video yang diterima media ini, terlihat kedua belah pihak saling beradu argumen dan saling menantang. Bahkan, Suardi dalam video tersebut terdengar mengatakan, “itu presiden kita, jangan sembarang pak". 

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada malam Minggu, 12 April 2026. Berdasarkan video yang beredar, belum dapat dipastikan secara jelas siapa yang memulai atau pihak mana yang benar, karena kedua belah pihak terlihat sama-sama terpancing emosi. 

Guna memastikan kebenaran informasi, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Sekara berinisial H, termasuk melalui pesan WhatsApp. Namun hingga 13 April 2026, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi. Kedua belah pihak juga belum merespons saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. 

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Camat Kemuning. R. Nurliatin, S.E., M.H. menyampaikan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai oleh kedua belah pihak. "Alhamdulillah sudah damai kedua belah pihak, jadi sudah selesai,” ujar camat kepada media ini, 14 April 2026. 

Ia juga menambahkan bahwa persoalan yang memicu keributan tersebut tidak perlu lagi dibahas lebih lanjut.Sudah damai Pak, jadi mohon maaf tidak perlu dibahas lagi, izin,tambahnya. 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai prinsip jurnalistik. (Tim)

Terkini