Gunakan Kayu Cerocok Kecil, Bangunan SMAN Enok Diprediksi Tidak Bertahan Lama

Gunakan Kayu Cerocok Kecil, Bangunan SMAN Enok Diprediksi Tidak Bertahan Lama

Enok - Proyek revitaslisasi bangunan gedung SMAN I Enok, tahun anggaran 2026, melalui dana APBN menuai sorotan. Kayu bakau untuk cerocok sebagai  pondasi bangunan dinilai terlalu kecil, dan dikhawatirkan tidak akan mampu menahan beban bangunan dalam waktu lama. 

Dari salah seorang warga Enok IK, kepada media, ini, Sabtu 1 Agustus 2026 mengatakan, ideal kayu  bakau yang digunakan panjang antara 7-8 meter, agar memungkin menahan beban bangunan permanen di atasnya. 

Ia menambahkan, apalagi kondisi geografis lokasi bangunan tanah gambut berlumpur. Sehingga membutuhkan cerocok yang  sesuai dan mampu menopang bangunan.
"Yang kita lihat cerocok yang dipakai hanya panjang 5 meter, relatif kecil dan pendek. Sedangkan bangunan menggunakan tongkat semen (umpak). Prediksi kita 1-2 tahun bangunan kemungkinan akan turun," jelasnya. 

Dari data yang dimiliki media ini, pagu dana untuk bangunan SMA 1 Enok, Rp 1.236.954.000. Adapun kegiatan pembangunan meliputi, pekerjaan pembangunan ruang adminstrasi type 2 (81 M2), pekerjaan pembangunan toilet (27 M2) 

Pekerjaan lainnya, rehabilitasi 2 ruang kelas unit I (162 M2), rehabilitasi 2 ruang kelas unit 2, (162 M2) dan rehabilitasi 1 ruang kelas unit 3, (81 M2) yang dilaksanakan oleh Pantia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP dengan masa pengerjaan 120 kalender. 

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Enok, Kecematan Enok, Herlina Cahayati, SPD, M.AP, ketika dikonfirmasi media ini, Senin 3 Agustus 2026, tidak menjawab. (Wan)

Berita Lainnya

Index