APBDes Desa Limau Manis Tahun 2025 Disorot, Realisasi Anggaran Disinyalir Tidak Jelas

Senin, 22 Desember 2025 | 13:17:00 WIB

LIMAU MANIS-Penggunaan anggaran Desa Limau Manis, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tahun anggaran 2025, menuai sorotan keras dari masyarakat. Sejumlah kegiatan desa diduga tidak jelas manfaatnya, bahkan alur penggunaan dan SPJ-nya dipertanyakan. 

Beberapa pos anggaran yang menjadi perhatian serius antara lain langganan WiFi kantor desa sebesar Rp6.500.000, kegiatan workshop jurnalistik senilai Rp6.380.000, serta anggaran informasi publik desa sebesar Rp35.000.000. Total anggaran tersebut dinilai cukup besar, namun masyarakat mengaku tidak merasakan manfaat nyata dari kegiatan-kegiatan tersebut. 

Lebih lanjut, SPJ dari sejumlah kegiatan tersebut diduga tidak transparan dan tidak jelas, sehingga memunculkan dugaan adanya dana siluman. Warga mempertanyakan ke mana alur dana tersebut mengalir dan apa output riil yang dihasilkan untuk kepentingan masyarakat Desa Limau Manis. 

“Anggarannya tercatat, tapi kegiatannya tidak terlihat dan manfaatnya tidak kami rasakan. Ini patut dipertanyakan,” tegas salah seorang warga berinisial LS kepada media ini, 10 Desember 2025. 

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan kuat bahwa pengelolaan APBDes tidak dilakukan secara terbuka dan akuntabel sebagaimana amanat regulasi pengelolaan dana desa. 

Masyarakat mendesak agar Pemerintah Desa Limau Manis segera memberikan klarifikasi terbuka, termasuk membuka rincian penggunaan anggaran dan bukti pertanggungjawaban kegiatan. 

Untuk itu, warga meminta Inspektorat, Dinas PMD, dan aparat pengawas lainnya turun tangan melakukan pemeriksaan agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran yang merugikan masyarakat desa. 

Sementara itu Hermasyah Kepala Desa Limau Manis Kecamatan Kemuning saat dihubungi media ini melalui whatsApp, Senin 22 Desember 2025, HP yang bersangkutan tidak aktif, sehingga tidak berhasil dimintai tanggapannya terkait hal ini. 

Sedangkan Sekretaris Desa (Sekdes)  Limau Manis Rahman, ketika dimintai tanggapan melalui whatsApp dihari yang sama, mengatakan, anggaran informasi publik  meliputi kegiatan penbuatan baleho yang berkaitan dengan desa salah satunya sosialisasi pencegahan Karhutla . " termasuk juga pada item kegiatan itu kerjasama dengan media" ujarnya. 

Sedangkan anggaran untuk wifi dan worshop jurnalistik hampir semua desa menganggarkan dan melaksanakannya pada tahun ini. "Semuanya sudah melalui tahapan Musrenbangdes bang, khusus untuk wifi keberadaannya sangat penting untuk input data,"  jelasnya. (Tim)
 

Terkini