Dibangun Tiga Tahun Anggaran Rp 593.000.000

Bangunan Fisik Balai Pelatihan Desa Sungai Gantang Tidak Kunjung Tuntas

Bangunan Fisik Balai Pelatihan Desa Sungai  Gantang Tidak  Kunjung Tuntas

SUNGAI GANTANG - Pembangunan Balai Pelatihan di Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut ini diduga sarat permainan anggaran dan berpotensi menjadi ladang keuntungan bagi oknum tertentu. 

Pasalnya, pembangunan gedung sudah dianggarkan 3 tahun dengan nilai yang tidak sedikit. Namun hingga kini, kondisi fisik di lapangan tak kunjung tuntas 100 persen dan belum menunjukkan progres signifikan sebagaimana mestinya. 

Berdasarkan data yang dihimpun, rincian anggaran pembangunan tersebut meliputi.
tahun 2023 tahap pertama, Rp 244.933.400, tahun 2024 tahap kedua, Rp 181.235.000, tahun 2025 tahap ketiga Rp 167.278.000. Total anggaran yang telah digelontorkan mencapai sekitar Rp 593 juta. 

Meski anggaran terus mengalir setiap tahun, progres pembangunan justru dinilai lambat dan tidak sebanding dengan besarnya dana yang telah digunakan. Kondisi ini pun memicu kecurigaan publik. 

"Setiap tahun dianggarkan, tapi bangunannya seperti itu saja. Ini diduga ada permainan agar anggaran terus turun," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu,  8 April2026. 

Kuat dugaan, proyek ini sengaja dipecah dalam beberapa tahap agar tetap bisa dianggarkan setiap tahun. Pola tersebut dinilai membuka celah terjadinya mark-up (penggelembungan anggaran) serta potensi keuntungan berlebih dalam setiap tahapan pekerjaan.Jika dugaan ini benar, praktik tersebut tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara/desa hingga ratusan juta rupiah. 

Selain itu, lemahnya pengawasan juga menjadi sorotan. Masyarakat menilai pengawasan dari pihak terkait, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, belum berjalan maksimal dalam memastikan penggunaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran. 

Desakan pun menguat agar aparat terkait, termasuk Inspektorat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan melakukan audit dan penyelidikan. 

"Jangan sampai ini jadi proyek abadi tiap tahun. Aparat penegak hukum harus segera periksa," tegas warga lainnya. 

Warga juga mempertanyakan alasan pembangunan tersebut harus terus dianggarkan setiap tahun, meskipun nilai anggaran sudah cukup besar. Pembangunan balai pelatihan ini bukan soal besar kecil dana, tapi kenapa harus dianggarkan setiap tahun? tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Gantang, Dhedek Kurniadiyanto SPd. SH, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis 9 April 2026, membenarkan besaran anggaran pembangunan selama tiga tahun terakhir tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran dalam satu tahun. "Tidak bisa dipaksakan selesai dalam satu tahun, karena ada banyak program lain yang juga harus dibiayai sesuai RKP Desa, jelasnya," jelasnya. 

Terkait tudingan pekerjaan asal jadi, ia membantah dan menegaskan bahwa hasil pembangunan sudah baik. "Pembangunan tersebut Alhamdulillah baik dan bagus, tambahnya. Jika terlihat tidak baik atau janggal, kami pemerintah siap diaudit. Prinsip kami tetap mengedepankan kualitas," tegasnya. 

Saat ditanya mengenai rencana penganggaran lanjutan pada tahun 2026, ia menjawab, "tidak ada," tambahnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Indragiri Hilir,Yuliargo, saat dimintai tanggapan menyampaikan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.Nanti saya cek dulu, ujarnya singkat. (Mus)

Berita Lainnya

Index