Terindikasi Mark-up, Kejaksaan Inhil Diminta Proses Program Rehabilitasi Mangrove Desa Kuala Selat

Terindikasi Mark-up, Kejaksaan Inhil Diminta Proses Program Rehabilitasi Mangrove Desa Kuala Selat

Kuala Selat - Dugaan mark-up program rehabilitasi mangrove melalui Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman mencuat ke permukaan, milyaran duit negara malah hanyak dinikmati oleh Kades dan kelompok tani. 

Informasi yang didapat media ini, salah satu item kegiatan yang terjadi mark-up adalah pembelian bambu untuk dijadikan pagar lokasi pembibitan. Padahal satu tahun kegiatan, dibutuhkan puluhan ribu bambu. 

"Dalam RAB, harga bambu Rp 15.000 perbatang,  realisasinya harga bambu sampai ke Desa Kuala Selat hanya berkisar antara Rp 8.000-10.000," jelas YD sumber media ini, Ahad 28 Juni 2026. 

Ia menambahkan, selisih harga antara Rp 5.000 sampai Rp 7.000 tentu bukan nilai yang sedikit. Kalau kebutuhan total 10.000 batang, sudah dapat keuntungan sekitar Rp 70 juta. 

"Semuanya ditangani oleh Kades, sedangkan kelompok tani hanya mengikuti arahan dari dari Kades semua," jelasnya. 

Ia menambahkan, item lainya yang diduga telah terjadi mark-up ada pada pembelian bibit. Harga satuan dalam program penanaman mangrove yaitu Rp 2.100 perbatang. Sedangkan pembeliannya di lapangan hanya berkisar antara Rp 1.500-1.600. 

"Tahun kemaren program penanaman bibit di Desa Kuala Selat hampir 1.000.000 batang. Dengan selisih angka antara Rp 500-600 dikali 1 juta batang, bukan angka yang sedikit," tambahnya. 

Apalagi menurut sumber media ini, program ini sudah berlangsung hampir 5 tahun belakangan ini. Dengan selisih angka dua item kegiatan tersebut, tentu bukan sedikit uang yang bisa dinikmati oleh Kades dan kelompok tani. 

Untuk perlu peninjauan dan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan ini. Diharapkan aparat penegak hukum, terutama Kejaksanaan Negeri Inhil, biasa masuk dan memproses dugaan mark-up kegiatan ini. 

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Kuala Selat Nurjaya SPd, ketika dimintai tanggapannya oleh media ini, Selasa, 30 Juni 2026 melalui whatsApp, tidak menanggapi. (Wan) 

 

Berita Lainnya

Index